Minggu, 05 Juni 2011

Manual Book (Buku Petunjuk) kWh Meter Listrik Prabayar

Sebuah sistem baru sering kali memerlukan sejumlah sosialisasi. Namun hal ini sering terlupa (kurang optimal) oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Salah satunya adalah pemasangan kWh Meter Listrik Prabayar oleh pihak rekanan PT. PLN (Persero).
Pemasangan
kWh Meter Listrik Prabayar pihak rekanan PT. PLN (Persero) di beberapa daerah sering kali tanpa disertai dengan pemberian "Manual Book" atau buku petunjuk pemakaian/pengisian kWh Meter Listrik Prabayar itu sendiri. Kemarin saya mencoba googling tentang manual book kWh Meter Listrik Prabayar tapi ternyata beberapa produk kWh Meter Listrik Prabayar manual book-nya harus didownload dengan menggunakan tarif (membayar). Setelah berjuang beberapa saat, akhirnya saya mendapatkan link download gratis manual book beberapa produk kWh Meter Listrik Prabayar.
Semoga bermanfaat.

kWh Meter Prabayar Hexing HXE12
silakan download di sini
atau di sini untuk versi rapid share

kWh Meter Prabayar Conlog
silakan download di sini
atau di sini untuk versi rapid share

kWh Meter Prabayar Actaris
silakan download di sini

kWh Meter Prabayar Landis
silakan download di sini

kWh Meter Prabayar Star
silakan download di sini
atau di sini untuk versi rapid share

Sabtu, 16 April 2011

●●۞ MY BAIK, BIKE UNTUK KESEHATAN :D ۞●●

Di tengah isu global warming akhir-akhir ini muncullah ide-ide untuk mengonservasi lingkungan dan mengurangi penggunaan teknologi yang boros energi dan kurang ramah lingkungan. Salah satu gagasan yang cukup populer dalam menanggulangi global warming adalah penggunaan sepeda onthel dalam kegiatan transportasi sehari-hari untuk mengurang penggunaan kendaraan bermotor yang dirasa kurang ramah terhadap lingkungan.

Seiring dengan maraknya penggunaan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari, muncul pula tren dan gaya hidup bersepeda. Gaya hidup ini memunculkan tren-tren baru dalam dunia sepeda seperti munculnya klub-klub sepeda, jenis sepeda, dan bermacam aksesoris bahkan jargon dari para pesepeda.

Nah, di sini saya tidak akan banyak berbicara tentang klub sepeda dan jargon-jargonnya maupun jenis sepeda karena saya memang sama sekali tidak menguasai hal tersebut. Mungkin anda bertanya (atau bahkan tidak sama sekali) "Lalu mau bahas apa?" atau mungkin ada yang menyimpulkan "Kamu mau tanya tentang sepeda fixie yang lagi nge-tren itu ya?". Bukan itu, sungguh bukan itu. Saya cuma mau cerita kalau di balik populernya sepeda sport, BMX, ataupun sepeda fixie, saya sekarang sedang menjadi pehobi sepeda klasik. Sepeda klasik? Ya, sepeda klasik atau banyak yang bilang "Sepeda Onta".
Saya mau berbagi foto-foto dari sepeda klasik saya..
Selamat menikmati..






Kamis, 15 April 2010

Anekdot: Penggusuran Kantor SATPOL-PP

Kantor SATPOL-PP yang berada disebelah kantor walikota menjadi sengketa. Pihak SATPOL-PP merasa bahwa kantor itu telah lama ditempati & SATPOL-PP memiliki surat bukti hak tanah & bangunan tersebut. Di lain pihak, ada sebuah perusahaan pengembang yang juga merasa memiliki hak beserta bukti kepemilikan atas tempat yg disengketakan itu.

Masing-masing pihak merasa punya hak. Karena proses perundingan yg alot maka dibawalah kasus itu ke meja hijau. Melalui proses peradilan yg ada, dikeluarkanlah vonis dari majelis hakim bahwa pihak perusahaan pengembanglah yg berhak atas tanah itu. Dan berdasarkan keputusan pengadilan maka SATPOL-PP diperintahkan mengosongkan & membongkar kantor dlm jangka waktu yg telah ditentukan.

Setelah berakhirnya waktu toleransi yg diberikan oleh pengadilan, SATPOL-PP belum juga pindah karena belum memiliki kantor yang baru. Dan segeralah turun surat perintah dari pengadilan kepada aparat/instansi penegak PERDA yang bernama Satuan Polisi Pamong Praja atau yang lebih kita kenal dengan sebutannya yg gagah= SATPOL-PP..!!

Saat hari pelaksanaan eksekusi, berkumpullah aparat SATPOL-PP yang sedang bertugas bersama dengan aparat dari BRIMOB di halaman balaikota (kantor walikota) untuk mengadakan apel pengarahan. Setelah itu, bergeraklah mereka menuju kantor SATPOL-PP untuk mengadakan eksekusi alias penggusuran. Tanpa mereka sadari mereka sudah ditunggu aparat SATPOL-PP lain yang sedang tidak bertugas beserta senior pensiunan SATPOL-PP. Aparat SATPOL-PP yang tidak bertugas & para pensiunan SATPOL-PP merasa mereka masih berhak atas kantor itu karena merasa bahwa pihak peradilan telah salah mengambil keputusan. Peradilan yang penuh makelar. Pengadilan yang tak lagi independen karena pengaruh markus.

Aparat SATPOL-PP yang tidak bertugas melakukan berbagai upaya untuk menggagalkan eksekusi. Aparat SATPOL-PP yang bertugas, dengan atas nama tugas tetap bersikeras membongkar bangunan kantor tersebut. Terjadilah percekcokan, kerusuhan, bentrok, adu jotos, dan apapun namanya itu. Karena kekuatan yang tidak berimbang maka robohlah kantor itu, luluh lantak, rata tanah terkena terjangan alat-alat berat. Menangislah sekumpulan aparat SATPOL-PP yang tidak bertugas & pensiunan SATPOL-PP itu melihat kantornya kini tak lebih tinggi dari sepatu boot berbahan kulit yang dipakainya saat bertugas. Namun sebaliknya, aparat SATPOL-PP yang sedang bertugas mantap dalam hati berkata: “telah kutunaikan tugas dengan baik & penuh tanggung jawab.”

Maka setelah itu, aparat SATPOL-PP yang bertugas menuju halaman balaikota untuk mengadakan apel evaluasi. Mereka puas & bangga karena telah menyelesaikan tugas. Lalu kembalilah mereka ke kantor, betapa remuk hati mereka melihat kantornya kini tak lebih tinggi dari sepatu boot berbahan kulit yang masih dipakainya.
Maka serentak mereka berkata: "beginilah nasib kami, nasib rakyat kecil."